Design Rumah Gadang
07/05/2018 No Comments Artikel Rizki Jaya

Rumah adalah suatu hasil budaya. Dengan kata lain kebudayaan suatu masyarakat bisa dilihat dari bentuk rumahnya. Itulah mengapa rumah adat di Indonesia memiliki bentuk yang berbeda karena mereka memiliki kebudayaan yang berbeda pula.

Rumah Gadang adalah rumah adat dari daerah Minangkabau, propinsi Sumatera Barat.  Rumah Gadang sering disebut juga dengan gonjong atau rumah bagonjong (rumah bergonjong) karena bentuk atapnya yang bergonjong runcing menjulang.

Ada unsur kebersamaan dan rasa gotong royong dalam membangun rumah gadang. Sikap gotong royong ini juga terlihat saat rumah tersebut diperbaiki atau bahkan dirobohkan. Sifat sosial masyarakat sangat terlihat pada suasana seperti itu. Perlu diketahui bahwa walaupun rumah tersebut hanya didiami oleh anggota suku atau kaum tertentu, namun mereka menganggap bahwa pada prinsipnya rumah tersebut merupakan rumah nagari. Wajar karena pendirian atau pembangunan rumah gadang harus dengan sepengetahuan panghulu dan mengikuti ketentuan ketentuan yang berlaku di nagari.

Rumah ini memiliki keunikan dalam hal arsitektur. Bentuk ujung atapnya runcing menyerupai bentuk tanduk kerbau. Pada jaman dahulu, ujung atap yang bentuknya runcing ini dibuat dari ijuk yang dapat bertahan sampai puluhan tahun. Namun belakangan ini penggunaan ijuk mulai diganti dengan seng. Dalam hal bentuk, rumah ini dibangun berbentuk persegi panjang dan dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian muka dan bagian belakang. Bagian depan rumah ini biasanya dipenuhi dengan ukiran bermotif akar, bunga, daun, atau bidang persegi panjang. Sementara itu, bagian belakang rumah ini dilapisi dengan bambu yang dibelah.

Rumah ini disusun dari tiang-tiang yang berukuran panjang. Rumah memiliki bentuk besar ke atas, namun tidak mudah roboh jika terkena guncangan. Setiap elemen dari rumah gadang memiliki maknanyasendiri yang dilatari oleh tambo yang ada dalam adat setempat. Umumnya, rumah gadang memiliki sebuah tangga yang diletakkan pada bagian depan rumah. Dapur diletakkan dibagian belakang rumah.

Rumah gadang, sebagai tempat tinggal bersama, memiliki ketentuan ketentuan sendiri. Jumlah kamar bergantung pada jumlah perempuan yang mendiami rumah tersebut. Ukuran ruang bergantung pada banyaknya jumlah penghuni rumah tersebut. Namun, jumlah ruangan biasanya ganjil, seperti lima, tujuh, sembilan, atau bahkan lebih. Setiap perempuan yang bersuami memperoleh kamar sendiri. Sementara itu, perempuan tua dan anak-anak tinggal dikamar yang letaknya dekat dengan kamar. Sementara itu gadis remaja tinggal di kamar yang terletak diujung rumah lainnya secara bersama sama.

Semoga artikel ini bermanfaat…

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
WhatsApp chat