Jenis Kaca dan Penggunaannya
30/01/2018 No Comments Artikel Rizki Jaya

Kaca merupakan salah satu material yang selalu ada pada bangunan rumah, perkantoran, dan pertokoan. Kaca biasa digunakan untuk jendela yang memiliki fungsi sebagai tempat sirkulasi cahaya dan udara. Selain jendela, kaca juga bisa dipergunakan untuk pintu, railing tangga, shower box, furniture, partisi/penyekat, dan kanopi.

Terdapat beragam jenis kaca dengan karakteristik, kekuatan, dan peruntukan yang berbeda-beda. Dengan mengetahui jenis-jenis kaca, maka kita tidak akan salah dalam memilih untuk penggunaanya. Berikut penjelasan jenis-jenis kaca yang meliputi karakteristik, kekuatan, dan peruntukannya.
Jenis-Jenis Kaca

#Kaca Bening: Merupakan jenis kaca yang sering disebut dengan kaca polos atau istilah teknisnya adalah float glass. Kaca ini tidak berwarna, rata, dan bebas distorsi, karena sifatnya yang tidak berwarna maka jenis kaca ini mampu memberikan tingkat transmisi yang tinggi (lebih dari 90%) serta memberikan bayangan yang sempurna. Kaca bening banyak digunakan untuk eksterior maupun interior bangunan, namun kaca jenis ini tidak dianjurkan untuk eksterior bangunan bertingkat karena kemampuannya dalam menahan panas matahari rendah.

Ketebalan kaca bening terdiri atas 5 mm, 6 mm, dan 8 mm. Pemilihan ketebalan kaca disesuaikan dengan peruntukannya, misalnya untuk fixed window dengan ukuran yang besar maka disarankan menggunakan kaca dengan ketebalan diatas 5 mm.

#Kaca Warna: Umumnya kaca jenis ini dikenal dengan sebutan kaca rayben, dalam istilah teknis disebut tinted glass. Kaca ini merupakan kaca float yang diberi lapisan warna yang terbuat dari campuran logam, terdapat berbagai jenis warna seperti hitam, biru gelap, biru kehijauan, abu-abu gelap, dan hijau gelap. Kaca warna mampu menyerap panas sinar matahari sampai 55% sehingga dapat mengurangi beban pendingin ruangan dan memberikan kenyamanan pada penghuninya. Selain itu, karakteristiknya yang tidak tembus pandang dapat memberi dan menjaga privasi penghuni.

Semakin tebal warna pada kaca maka semakin gelap dan tingkat penyerapan panas sinar matahari akan semakin tinggi. Kaca rayban pada umumnya digunakan untuk eksterior bangunan, seperti Pintu, Jendela, dan Curtain Wall.

#Kaca Es: Jenis kaca ini pada salah satu sisinya memiliki tekstur dengan pola tertentu. Tekstur pada kaca dihasilkan dari roll dengan pola tertentu pada saat kaca dibuat. Kaca ini mampu memberikan efek dekoratif dan mengaburkan bayangan, dengan teksturnya kaca ini juga mampu mengurangi sinar matahari yang diterima sehingga ruangan tidak silau.

Saat ini penggunaan kaca es tidak terlalu banyak digunakan, masyarakat lebih banyak memilih menggunakan stiker kaca es karena harganya lebih murah dengan manfaat yang sama baiknya. Kaca es umumnya digunakan untuk interior seperti partisi, pintu kamar mandi, pintu kabinet, dan shower box.

 

#Kaca One Way: Merupakan jenis kaca yang mampu memantulkan cahaya dan mereduksi sifat tembus pandang dari sisi luar, sehingga sering pula disebut dengan kaca one way, karena akan terlihat trasnparan di satu sisi, tetapi terlihat seperti cermin di sisi lainnya. Kaca cermin dibuat dengan tambahan lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis. Kaca ini sangat sesuai untuk Anda yang menginginkan privasi terjaga.

#Kaca Tempered: adalah jenis kaca yang memiliki kekuatan 4-5 kali lebih kuat dibandingkan kaca biasa dengan ketebalan yang sama. Kaca tempered adalah kaca yang diperkeras dengan cara memanaskan kaca float hingga mencapai temperatur 700 derajat celcius, kemudian didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara secara merata pada kedua permukaan kaca. Proses ini menghasilkan kaca yang lebih kuat terhadap benturan dan tekanan tetapi tidak merubah tampilan visualnya.

Kaca tempered juga memiliki tingkat keamanan/safety yang baik, ketika kaca pecah maka akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang tidak tajam sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya cedera serius. Kaca ini banyak digunakan pada public area yang memerlukan tingkat keamanan yang tinggi.

#Kaca Laminated: adalah jenis kaca dengan tingkat keamanan dan perlindungan  yang tinggi terhadap penghuni. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pecahnya kaca, maka kaca laminated tidak akan berhamburan, tapi hanya retak dan sangat sulit ditembus. Jenis kaca ini terdiri dari komposisi satu atau lebih lembaran polifinil yang transparan, fleksibel dan sangat kuat, dengan satu atau lebih lembaran kaca float, dan disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan. Penggunaan kaca laminated terutama untuk balkon, skylight, anak tangga dan lain-lain, di mana tidak diinginkan adanya reruntuhan kaca jika pecah. Demikianlah jenis-jenis kaca dan penggunaannya pada bangunan, silahkan anda tentukan jenis kaca sesuai dengan peruntukannya. Jika anda bingung menentukan jenis kaca mana yang baik untuk digunakan, silahkan berkonsultasi dengan kami. Kami akan sebisa mungkin memberikan masukan yang terbaik kepada anda.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
WhatsApp chat